BPOM Dan Sejumlah Pihak Untuk Tidak Lagi Promosi Ivermectin | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / PERISTIWA

Rabu, 21 Juli 2021 - 21:51 WIB

BPOM Dan Sejumlah Pihak Untuk Tidak Lagi Promosi Ivermectin

Jakarta | Matakita.id — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewanti-wanti agar industri farmasi yang memproduksi Ivermectin tidak mempromosikan obat tersebut sebagai obat terapi terhadap pasien terpapar virus corona (Covid-19).

Imbauan tersebut dikeluarkan lantaran hingga saat ini Ivermectin masih melakukan uji klinik dan belum mengantongi izin penggunaan darurat (EUA). BPOM juga menekankan sejauh ini Ivermectin hanya masuk dalam kategori obat dengan skema perluasan penggunaan khusus alias expanded access program (EAP).

“Mengingat Ivermectin adalah obat keras dan persetujuan EAP bukan merupakan persetujuan izin edar. Maka ditekankan kepada industri farmasi yang memproduksi obat tersebut dan pihak manapun untuk tidak mempromosikan obat tersebut, baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat,” tulis BPOM dikutip dari situs resmi Pom.go.id, Rabu (21/7).

BACA JUGA :  Jual Narkoba Jadi Opsi Kelompok Teroris Kumpulkan Dana

BPOM menjelaskan, Ivermectin saat ini sedang berada pada tahap uji klinik yang dilakukan oleh Badan Pengkajian Kebijakan Kesehatan (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan untuk memperoleh data khasiat dan keamanan dalam menyembuhkan pasien covid-19.

“Dengan pertimbangan bahwa obat EAP merupakan obat yang masih digunakan dalam kerangka penelitian dan berpotensi untuk disalahgunakan, maka BPOM perlu melakukan pengawasan untuk mengawal distribusi obat EAP hanya dilakukan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang disetujui,” lanjut mereka.

BACA JUGA :  Alumni UMP 1987 Kumpul Bareng Di Penghujung Tahun

BPOM juga menekankan pemilik persetujuan dan penyedia obat EAP wajib melakukan pemantauan farmakovigilans dan pelaporan kejadian tidak diinginkan (KTD) maupun efek samping dari pemberian obat, serta melakukan pencatatan dan pelaporan setiap bulan terkait pengadaan, penyaluran, dan penggunaan obat EAP kepada BPOM.

Terpisah, Epidemiolog dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo mendorong agar pejabat yang sempat ‘endorse’ produk obat Ivermectin sebagai obat terapi pasien terpapar virus corona untuk meminta maaf kepada publik.

Windhu juga meminta agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Ia menilai, sudah sewajarnya pejabat yang tidak memiliki kompetensi dalam obat tidak ikut mempromosikan obat ini. Untuk itu, ia menyarankan agar seluruh pihak menunggu hasil uji klinik Ivermectin dan pemantauan dari BPOM.

BACA JUGA :  Polresta Cirebon Sasar Wilayah Kecamatan Kesambi Edukasi dan Sosialisasi 3M

Hal itu Windhu katakan menyusul permintaan maaf yang disampaikan oleh Presiden Direktur PT Harsen Laboratories Haryoseno selaku produsen obat Ivermectin dengan merek Ivermax12 yang sempat menjadi polemik lantaran keberadaan obatnya terkait covid-19.

Tim Pewarta DKI Jakarta

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

KRI Nanggala Tenggelam dan Kepala BIN Gugur, Waka DPD RI Meminta Menhan-TNI Memperkuat Kemiliteran Indonesia.

PERISTIWA

Kebocoran Data Lewat BPJS Kesehatan, PP Permikomnas Minta Dirut Segera Evaluasi

Nasional

Ketua DPD RI: Semangat Kartini Harus Tetap Menyala

PERISTIWA

Pimred WN88: Gegara Banyak Oknum Pakai Nama Cyber88, Maka Nama dan Logo Dirubah Jadi Siber 88

PERISTIWA

Ketua DPC PWRI Purwakarta Siap Pantau Program TPS3R Pamsimas Dan Sanimas

Hukum & Kriminal

TNI-Polri Serbu Markas KKB di Olenski Kampung Distrik Gome, 5 KKB Tewas dan Sisanya Tunggang Langgang

Hukum & Kriminal

Liput Pemakaman Pasien Covid-19, Keluarga Korban Keroyok dan Aniaya Wartawan

Hukum & Kriminal

Ini Motif Lekagak Talenggen Lakukan Aksi Brutal Teror Di Beoga Dan Ilaga
%d blogger menyukai ini: