Buka Rakernis Fungsi Reskrim, Kapolda Ingatkan Penegakan Hukum Harus Tajam Dua Sisi | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / Hukum & Kriminal

Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:02 WIB

Buka Rakernis Fungsi Reskrim, Kapolda Ingatkan Penegakan Hukum Harus Tajam Dua Sisi

SEMARANG | Matakita.id – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi membuka rapat kerja teknis (rakernis) fungsi reskrim di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (26/10).

Hadir bersama jajaran pejabat utama, Kapolda turut memberikan sambutan dalam kegiatan yang diikuti seluruh kasat reskrim, kasat narkoba serta para penyidik di ditreskrimum, ditreskrimsus dan ditresnarkoba Polda Jateng.

Dalam sambutannya, Kapolda menekankan tentang proses penyidikan yang taat aturan perundang-undangan serta harus tajam pada kedua sisinya.

“Penegakan hukum harus tajam ke atas dan ke bawah. Jangan sampai tebang pilih. Itu sudah perintah Kapolri,” tegas Kapolda.

Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan tentang tantangan penyidik di era saat ini. Penyidikan Polri selalu mendapat sorotan dari berbagai pihak dan masyarakat saat ini tengah berada pada situasi sulit setelah dua tahun terlilit pandemi covid-19.

BACA JUGA :  Ditresnarkoba Polda Kepri Tangkap Lelaki Paruh Baya Penjual Obat Kuat Tanpa Ijin Edar

“Karena itu, penyidik harus betul-betul menguasai permasalahan. Jangan sampai nanti proses penyidikan yang cacat melahirkan komplain dari masyarakat,” tambah Irjen Ahmad Luthfi.

Prinsip mempersulit yang mudah, ungkapnya, jangan sampai terjadi di era polisi modern saat ini. Kapolda mengingatkan, proses penyidikan tidak hanya diawasi pimpinan tapi juga Tuhan.

“Masyarakat kita saat ini tengah berada dalam situasi sulit. Untuk itu laksanakan tugas dengan cermat, jangan sampai proses penyidikan yang dilakukan melukai rasa keadilan masyarakat,” paparnya.

Penegakan hukum, ungkap Kapolda, merupakan upaya terakhir dalam penanganan perkara. Namun, pekerjaan penyidik reserse selesai begitu saja.

Penyidik harus tetap berpegang pada pasal 184 KUHAP tentang alat bukti yang sah dan permulaan yang cukup. Penegakan hukum, menurut Kapolda, adalah upaya terakhir yang dilakukan Polri.

BACA JUGA :  Firli Cs Tolak Hadiri Panggilan Komnas HAM soal TWK KPK*_

“Oleh karena itu nanti ada materi tentang restorative justice dan materi penanganan perkara sesuai undang-undang,” kata Kapolda.

Dalam kegiatan rakernis fungsi reserse yang bertema Transformasi Penegakan Hukum Yang Presisi Guna Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional di Jawa Tengah ini, Kapolda berharap, para penyidik dapat menyamakan persepsi dan mendapat pengetahuan baru dari materi yang akan diberikan para pembicara.

“Satu hal yang ingin saya ingatkan, para penyidik tidak tunduk pada perintah. Penyidik hanya tunduk kepada undang-undang,” tegas Kapolda. ( Red )

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

ASET LAPANGAN GOLF SELUAS 166.943 M2 YANG TERKAIT DENGAN TERSANGKA HH DISITA TIM JAKSA PENYIDIK KEJAKSAAN AGUNG

Hukum & Kriminal

Polresta Tangerang Musnahkan Barang Bukti Dhabu Sebanyak 4,2 Kg

Hukum & Kriminal

Kapolri Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Brimob Dalam Tugas Kemanusiaan

Daerah

Operasi Patuh Lodaya Berakhir, 27.160 Pelanggar Lalin Ditilang dan 111.793 Diberi Teguran

Hukum & Kriminal

Kapolda Jateng Chek Kesiapan Penyekatan Jalur Mudik Dan Cegah Penyebaran Covid 19

Hukum & Kriminal

Lauching SP2HP Online, Kapolri: Semoga Tidak Ada Lagi Sumbatan Komunikasi

Hukum & Kriminal

Wakapolres Tolikara Pimpin Sidang BP4–R

Hukum & Kriminal

Tangkap 53 Terduga Teroris di 11 Provinsi, Polri Paparkan Sumber Pendanaan Kelompok JI