Home / Daerah / Pendidikan

Kamis, 3 September 2020 - 09:49 WIB

Bupati Purwakarta Resmikan Satap Terimbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

MATAKITA.ID | Imbas proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika resmikan unit bangunan Sekolah Satu Atap (Satap) Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP) yang telah direlokasi di Desa Malang Nengah Kecamatan Sukatani.

Ia mengatakan, hal ini merupakan komitmen dari PT. KCIC , PT. BSBI dan PT. WIKA, untuk relokasi sekolah yang terkena imbas dari pembangunaan proyek nasional tersebut.

“Bangunan sekolahnya sangat representatif daripada unit sekolah yang sebelumya,” Ujar Anne saat meresmikan unit bangunan sekolah, di Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Rabu (2/9/2020).

BACA JUGA :  Meyeberangi Danau Dengan Perahu, Pemdes Galumpit Salurkan BLT DD Door To Door

Menurutnya, bangunan tersebut akan di jadikan standar untuk sekolah lain agar menjadi standar yang sama dengan berbagai fasilitas yang ada.

“Diharapkan akan memotifasi anak-anak untuk belajar lebih giat lagi. Terkait masa pembelajaran disaat pandemi Covid-19, untuk sementara pemkab akan melihat situasi sesuai dengan zona, jika sudah hijau maka akan dilanjutkan kegiatan belajar dengan tatap muka,” ucapnya.

Menurut Direktur HR, LA dan Aset Puspita Anggraeni PT. KCIC, pihaknya mulai berproses pada bulan desember lalu, dan selesai beberapa bulan kemudian.

BACA JUGA :  Imlek Untuk Kedamaian Umat Beragama di Purwakarta

“Kita memulainya akhir tahun kemarin, pada bulan juli lalu sudah selesai proses pembangunan sekolah satu atap ini, dan kita sudah menyerahkan ke pemkab. Memang sudah sesuai dengan rencana, kita ingin menyiapkan unit sekolah ini sebelum masa pandemi selesai, sehingga nantinya anak-anak akan langsung bersekolah disini dan bisa beraktivitas belajar secara langsung, sehingga tidak ada proses pembangunan ketika mulai bersekolah,” Katanya.

Pihaknya ingin menunjukan, proyek KCIC ini sebetulnya meningkatkan fasilitas yang ada untuk masyarakat. Total 2 unit sekolah di Jawa Barat yang terimbas proyek kereta cepat ini.

BACA JUGA :  Polres Majalengka Salurkan Bantuan Pada Relawan dan Penggali Kubur Covid 19

“Di Purwakarta cuma 1 sekolah yang di relokasi. Kalau membangun ulang sebetulnya susah, namun karena memindahkan akibat adanya pembangunan kereta cepat ini, relokasi sekolah ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia menuturkan, adapun fasilitas penunjang di area sekolah tersebut, seperti fasilitas belajar, fasilitas olahraga.

“Sebetulnya ruang terbuka hijaunya sangat mengakomodir semua kegiatan, dan bisa menjadi percontohan untuk sekolah lainnya di Purwakarta,” imbuhnya. (*)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Dalam Rangka Hari Jadi Polwan Ke -72, Polwan Polres Banjar Baksos Ke Yayasan Baitul Dzunah

Ekbis

Lumajang Kini Punya Destinasi Wisata Baru, Desa Eduwisata Burno Binaan Universitas Jember Kampus Lumajang

Daerah

Masih Dalam Rangkaian HANI, Forpan Banten Gandeng BNN Banten dan PMI Kota Serang Gelar Donor Darah

Daerah

Polres Purwakarta Amankan Pelaku Pemerkosaan Disebuah Tempat Kost

Daerah

Sosialisasi 3M Oleh Polresta Cirebon Dengan Sasaran Supermarket dan Perumahan

Daerah

Asisten II, Disperpusip dan Kadin Jatim Dukung Pendirian Perpustakaan Pers

Daerah

Update Covid-19 Purwakarta: Suspek 39, Konfirmasi Positif 20

Daerah

Meyeberangi Danau Dengan Perahu, Pemdes Galumpit Salurkan BLT DD Door To Door