Home / Serba Serbi

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 19:58 WIB

Demi 200 Janda, Kades Arief Tak Ambil Gaji 3 Tahun

Tuban, matakita.id – Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum lama ini mendapat penghargaan sebagai desa Sadar BPJS, dan berhak mewakili Kabupaten Tuban untuk ikut lomba tingkat Provinsi dan Nasional.

Namun ada kisah menarik  dibalik berbagai prestasi yang telah diraih oleh desa Socorejo yaitu,  sikap teladan dari sosok Kepala Desa Socorejo, Zubas Arif Rahman Hakim. Petinggi di pesisir Bumi Wali ini memiliki sikap teladan yang layak diikuti semua kalangan. Arief memiliki sifat kasih sayang dan dermawan terhadap sesama. Sifat itu tentu jarang dijumpai pada era milenial ini. Mungkin, berbagi dengan warga itu akan terlihat biasa, jika dana dianggarkan dari APBDes.

Sebagaimana dilansir web resmi Desa Sucorejo, Kepala Desa Socorejo,  Arief Rahman Hakim, rela tak mengambil gajinya selama 3 tahun demi 200 orang janda tua, yang ada didesa tersebut. Gaji selama 3 tahun itu ia berikan semua kepada 200 janda tua.

“Sesuai nadzar saya, alhamdulillah selama tiga tahun menjabat, tidak mengambil gaji Kades. Bisa istiqomah berbagi ke 200 janda tua di wilayah Socorejo,” tutur Kades muda yang banyak inovasinya ini,  Kamis (10/10/2019) lalu.

Tepat 10 Oktober lalu,  Kang Arief, demikian ia disapa, kembali berbagi ke Janda tua yang ada di Dusun Boro Soco. Kegiatan ini rutin dua bulan sekali, ia lakukan disela-sela aktivitasnya dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Baca Juga :  Sebuah Rumah Habis Terbakar, Diduga Akibat Konsleting Listrik

“Saya ucapkan terimakasih kepada sahabat Kang Arief yang membantu mendistribusikan beras ini. Semoga hal baik ini terus dapat dilakukan, demi kesejahteraan warga Socorejo,” terang alumnus UIN Yogyakarta.

Desa Sadar BPJS

Sebelumnya, Bupati Tuban Fat­hul Huda bersama Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jatim Andrey Tuamely, Sabtu (21/9) lalu, resmi me-launching Desa Socorejo, Ke­camatan Jenu sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2019.

Bertempat di pinggir pantai desa setempat, peresmian Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tersebut itu ditandai dengan penancapan bendera BPJS Ketena­gakerjaan di perahu nelayan, pemukulan gong, dan penempelan stiker peserta BPJS Ketenaga­kerjaan di salah satu rumah warga oleh bupati Fathul Huda.

Ikut mendampingi Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketena­gakerjaan Wilayah Jatim Andrey Tuamely, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Budi Santoso, Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Tuban Rofiul Masyhudi, serta kepala desa setempat Zubas Arif Rahman Hakim.

Bupati memberikan apresiasi sekaligus bangga atas sosialisasi serta pendampingan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga Desa Socorejo terpilih menjadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang mewakili Tuban ke tingkat provinsi dan nasional.

Baca Juga :  Verifikasi Data Pendaftaran Penerimaan Polri TA 2020 Dilakukan Online

‘’Saya merasa bangga atas komitmen ber­sama ini. Ini merupakan bentuk kepe­dulian BPJS Ketenagakerjaan dan desa dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kecelakaan kerja dan kematian kepada masyarakat,’’ tuturnya.

Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jatim, Andrey Tuamely menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa yang menyukseskan program pemerintah di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga masyarakat mulai sadar untuk mendapat jaminan kematian dan kecelakaan kerja. Menurutnya, BPJS Ke­tenagakerjaan hadir untuk menyanggah ekonomi apabila ada risiko sosial yang muncul. Namun, tanpa kesadaran masyarakat, maka kehadiran BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan proteksi atas risiko sosial yang muncul akan sulit terwujud.

Diharapkannya, dengan adanya proteksi jaminan sosial ini, ke depan tidak ada angka kemiskinan dan tidak ada lagi keterpurukan bagi masyarakat yang mengalami risiko sosial, seperti kecelakaan kerja maupun kematian.

‘’Cukup dengan premi Rp 16.800 per bulan, masyarakat yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapat jaminan kematian dan jaminan kecelakaan dengan biaya pengobatan di rumah sakit yang unlimited sampai sembuh total,’’ katanya memaparkan pentingnya dan manfaat ikut jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Sampah Menumpuk di Sungai di Kabupaten Bekasi

Kepala Desa Socorejo, Zubas Arif Rahman Hakim menyampaikan terima kasih karena terpilih  menjadi Desa Sadar Jaminan Sosial 2019. Arif optimis, Desa Socorejo bisa mem­berikan yang terbaik untuk Kabupaten Tuban saat mengikuti penilaian baik di ting­kat provinsi maupun nasional.

Di sisi lain, berkat sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, kini semakin banyak warganya yang menjadi peserta jaminan sosial. ‘’Dengan premi yang hanya Rp 16.800 per bulan, dalam satu tahun ini kita menargetkan 3000 jiwa yang bisa diasuransikan jaminan sosial ketenagakerjaan,’’ katanya.

Arif menyampaikan, ada empat skema pembayaran yang dicanangkan untuk mewu­judkan target peserta 3000 jiwa tersebut. Pertama, dijalankan dengan skema bank sampah. Premi bisa dibayar dengan menjual sampah yang sudah dipilah ke bank sampah desa setempat. Skema kedua dengan menggunakan uang jimpitan nelayan. Uang hasil jimpitan dikumpulkan kemudian digunakan untuk membayar premi.

Skema ketiga melalui program Anak Mengabdi. Yakni, setiap anak yang sudah bekerja wajib membiayai asuransi untuk keluarganya minimal satu jiwa. Terakhir, dengan skema pembiayaan oleh perusahaan sekitar desa. ‘’Kita optimis dalam satu tahun ini 3000 jiwa masyarakat Desa Socorejo bisa mendapatkan asuransi jaminan sosial ketenagakerjaan,’’ tandasnya.(red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Nadiem Makarim: CSR Jangan Hanya Bangun Sekolah

Pendidikan

SDN Gentong Ambruk, 3 Tewas 11 Luka-luka

Pendidikan

Rektor Unesa: Tinjau Ulang Rencana Kemendikbud Awali Sekolah Bulan Juli

Daerah

BKPSDM Purwakarta Sebut Ujian Dinas dan UPKP Berbasis CAT

Daerah

Polresta Sidoarjo Sebar Himbauan Pencegahan Penularan Virus Corona di Berbagai Wilayah

Serba Serbi

Diacuhkan Pemkab Purwakarta, Nata Sutisna Cari Pinjaman Untuk Ongkos ke Tunisia

Serba Serbi

Youtuber Atta Halilintar Dilaporkan Ke Polisi Terkait Penistaan Agama

Serba Serbi

Target Bebas AIDS 2030, Pemdaprov Jabar – KPA Gagas iAIDS