Home / Religi

Senin, 3 Februari 2020 - 23:00 WIB

Eyang Dalem Cikundul Sang Wali Hawariyyun

MATAKITA.ID | CIANJUR – Rd.Aria Wiratanudatar waktu kecil bernama Pangeran Jayalalana atau R. Ngabehi Jayasasana. Ayahnya, Raden Aria Wangsagoparana yang juga masih keturunan Raja Talaga, waktu berusia 8 tahun R. Aria Wiratanudatar belajar di Pondok Pesantren di Cirebon untuk mendalami ilmu agama Islam.

Ia adalah seorang santri yang paling menonjol dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan dan ilmu pemerintahan, sehingga oleh Kesultanan Cirebon diberi gelar Aria sebagai tanda anggota kerabat keraton. Setelah dewasa ia diminta oleh gurunya mendirikan Kadipaten di Cinengah untuk  menyebarkan agama Islam.

Menyebarkan agama Islam di tengah masyarakat yang waktu itu beragama Hindu dan Budha bukal hal yang gampang. Tantangan dan hambatan datang dari berbagai persoalan.  Tapi berkat kepiawaiannya sedikit demi sedikit beliau bisa juga merangkul masyarakat sekitanyar untuk memeluk agama Islam.

Bahkan sejarah Cianjur mencatat sebagai salah seorang dari banyak ulama yang berhasil menyebarkan Islam di wilayah itu. Satu hal menarik mengenai pribadi RA. Wiratanudatar Cikundul, dalam catatan sejarah pernah ditulis bahwa beliau pernah bertapa selama 40 hari 40 malam  ( dalam ilmu tashawwuf / Ilmu Kewalian disebut Riyadhoh dan Mujahadah ). Tafakur mendekatkan diri pada Allah SWT di Batu Agung, Tinaragung, Sagala Herang.

Dalam pertapaan tersebut, R.A. Wiratanudatar didatangi dan digoda putri Jin yang sangat cantik putera dari raja jin Islam bernama Syech Jubaedi. 3 puteri jin itu bernama Arum Cahaya, Arum wangi, Arum Endah dan pengasuhnya bernama Arum Paka. Karena kekhusyuan RA. Wiratanu 1, putri paling bungsu, Arum Endah, tertarik dan jatuh cinta kepada RA. Wiratanu 1. Akhirnya sang putri Jin menikah dan melahirkan 3 orang putera bernama Rd. Suryakencana, Rd. Andaka Wirusajagat dan Rd Endang Sukaesih. Sementara itu dari manusia biasa Rd. Aria Wiratanu datar mempunyai 11 orang putera.

Baca Juga :  Safari Tahajud Komandan Kodim 0824/Jember, Ajak Masyarakat Balung Jaga Persatuan Dan Kesatuan

Setelah itu,  ia mengembara ke daerah Cianjur menyusuri kali Citarum dengan membawa anak buahnya sebanyak 300 umpi. Setiap tempat disinggahinya sambil menyebarkan agama Islam dan ia pernah bertemu dengan Rd. H Abdulsyukur, Kiai Gunung Wayang.

Bupati Pertama

 Setelah sampai di daerah Cianjur ia merintis untuk mendirikan kota Cianjur dan menjadi Dalem pertama Kadipaten Cianjur dengan wilayah kekuasaan sebagian wilayah Bogor dan Sukabumi. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana.

Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer). Lokasi yang pertama kali dipilihnya adalah sekitar kp. Pamoyanan, tepat di tepi Sungai cianjur, disanalah Dalem Cikundul mendirikan Pemerintahan, dengan membangun pendopo sebagai tempat atau pusat Pemerintahan, yang hingga kini gedung tersebut masih kokoh berdiri.

Masa pemerintahan Bupati Rd. Aria Wiratanu I ini antara tahun 1640- 1691 Masehi, setelah itu Pemerintahan di turunkan kepada Putra Pertama nya dari keturunan Manusia, (karena Dalem Cikundul Konon memiliki 2 Istri ,satu dari bangsa manusia dan satunya lagi dari Bangsa Jin,), yang bernama Rd. Aria Wiramanggala, Atau dalem Tarikolot, bergelar Aria Wiratanu II. dan memerintah dari tahun 1691 – 1707 Masehi.

Masa Senja

 Setelah lanjut usia ia menetap di Kp. Majalaya dengan mendirikan Pesantren dan mengamalkan ilmu agamanya sampai wafatnya  yakni wafat pada hari jum`at 13 Robi`ul Awwal 1118 H / 25 juni 1706 M. 1706 Masehi dan dimakamkan di puncak Bukit Cijagang. Kampung Majalaya, Desa Cijagang, Kecamatan Cikalong-kulon. Cianjur, Jawa Barat , dan Beliau meninggalkan putra-puteri sebanyak 11 orang diantaranya :

  • 1. Dalem Aria wiramanggala. ( Aria Wiratanu II )
  • 2. Dalem Aria Martayuda (Dalem Sarampad).
  • 3. Dalem Aria Tirta (Di Karawang).
  • 4. Dalem Aria Natamanggala (Dalem aria kidul / Gunung jati cjr),
  • 5. R.Aria Wiradimanggala(Dalem Aria Cikondang)
  • 6. Dalem Aria Suradiwangsa (Dalem Panembong),
  • 7. Nyi Mas R. Kaluntar .
  • 8. Nyi Mas R. Bogem
  • 9. Nyi Mas R. Karangan.
  • 10. Nyi Mas R. Kara
  • 11. Nyi Mas R. Djenggot
Baca Juga :  Bandara Kertajati di Tetapkan Sebagai Bandara Embarkasi/ Debarkasi Haji 2020

Dan dari bangsa jin Islam, memiliki 2 orang putra – dan 1 putri, yaitu

  1. Eyang Surya-kancana Mangku bumi . yang hingga sekarang dipercayai bersemayam di Gunung Gede atau hidup di alam jin.
  2. Nyi Mas Indang Kancana alias Indang Sukaesih alias Nyai Mas Kara, bersemayam di Gunung Ceremai, R. Andaka Warusajagad  di gunung kumbang Karawang

 

Aria Wiratanu 1 Raden Djayasasana Bin Aria Wangsa Goparana lahir di Sagalaherang Subang Jawa Barat pada hari ahad  tanggal 10 Robi`ul Akhir 1025 H / bertepatan dengan 8 Mei 1616 M dan meninggal pada hari jum`at 13 Robi`ul Awwal 1118 H / 25 juni 1706 M.

Silsilah Leluhur-Nya :

1. NABI ADAM AS.
2.   NABI SYIS AS.
3.   ANWAR ( NUR CAHYA )
4.   SANGYANG NURASA
5.   SANGYANG WENANG
6.   SANGYANG TUNGGAL
7.   SANGYANG MANIK MAYA
8.   BRAHMA
9.   BRAMASADA
10. BRAMASATAPA
11. PARIKENAN
12. MANUMAYASA
13. SEKUTREM
14. SAKRI
15. PALASARA
16. ABIYASA
17. PANDU DEWANATA
18. ARJUNA
19. ABIMANYU
20. PARIKESIT
21. YUDAYANA
22. YUDAYAKA
23. JAYA AMIJAYA
24. KENDRAYANA
25. SUMAWICITRA
26. CITRASOMA
27. PANCADRIYA
28. PRABU SUWELA
29. SRI MAHAPUNGGUNG
30. RESI KANDIHAWAN
31. RESI GENTAYU
32. LEMBU AMILUHUR
33. PANJI ASMARABANGUN
34. RAWISRENGGA
35. PRABU LELEA ( MAHA RAJA ADI MULYA )
36. PRABU CIUNG WANARA ( SANG MANARAH RAJA GALUH 739 – 783 M )
37. SRI RATU DEWI PURBASARI ( SANG MANISTRI RAJA GALUH 783 – 799 M )
38. PRABU LINGGA HIANG ( RAJA SUNDA – GALUH 799 – 1333 M )
39. PRABU LINGGA WESI ( RAJA SUNDA – GALUH 1333 -1340 M )
40. PRABU SUSUK TUNGGAL
41. PRABU BANYAK LARANG
42. PRABU BANYAK WANGI
43. PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA ( SANG MOKTENG ING BUBAT 1350 – 1357 M )
44. PRABU SILIH WANGI 1 ( PRABU WASTU KENCANA ) RAJA SUNDA – GALUH 1371 – 1475 M )
45. PRABU ANGGALARANG ( PRABU DEWA NISKALA RAJA GALUH / KAWALI 1475-1482 M )
46. PRABU SILIH WANGI 2 RAJA PAKUAN PAJAJARAN 1482 – 1521 M )
( RD.PAMANAH RASA ) Nikah ka Nyimas Padmawati :
47. PRABU MUNDING SURYA AGEUNG / PRABU MUNDING WANGI /
MUNDING LAYA DIKUSUMAH / MUNDING SARI AGEUNG / MUNDING SARI 2
48. PRABU MUNDING SURYA LEUTIK /  MUNDING SARI LEUTIK / MUNDING SARI 3
49. PRABU PUCUK UMUM / RADEN RANGGA MANTRI
( RAJA MAJA PLUS RAJA TALAGA TERAKHIR ) nikah ka
RATU DEWI SUNYALARANG ( RATU PARUNG taun 1500 M ) / RATU WULANSARI putri
SUNAN PARUNG / SUNAN CORENDRA / Raja Talaga Prabu Sakawayana  1450 M
Rd. Ranggamantri di islamkeun ku Raden Syarif Hidayatulloh Sunan Gunung Jati Cirebon
dina taun 1529 M , prabu pucuk umum apuputra :
50. SUNAN PARUNGGANGSA
51. SUNAN WANAPERIH / SUNAN CIBINONG / RADEN ARIA KIKIS
52. SUNAN CIBURANG / RADEN ARIA SARINGSINGAN
Kampung Ciburang Desa Maniis Kec.Cingambul Kab.Majalengka
53. SUNAN SAGALAHERANG / RADEN ARIA WANGSA GOPARANA
54. PANGERAN NGABEHI JAYA SASANA / JAYA LALANA /
RAJA GAGANG / WIRATANU I EYANG DALEM CIKUNDUL

Baca Juga :  Makam Keramat Raden Arya Wangsa Gofarana

 

sumber : Dinas Pariwisata Cianjur, Wikipedia, ulamalangit
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Budaya

Mengenal Lebih Dekat Ajaran Sunda Wiwitan Madrais

Daerah

Imlek Untuk Kedamaian Umat Beragama di Purwakarta

Religi

Safari Tahajud Komandan Kodim 0824/Jember, Ajak Masyarakat Balung Jaga Persatuan Dan Kesatuan

Daerah

Bupati Cellica dan Ribuan Warga Hadiri Tahlilan Almarhum Habib Musthofa Al-Jufri di Masjid Syech Quro

Religi

Wagub Jabar Sebut Forum OPOP Perlu Dibentuk untuk Kuatkan Jaringan

Daerah

Saudi Arabia Stop Visa Umrah, 120 Orang Asal Purwakarta Terancam Gagal Umrah

Daerah

Santri Didorong Peduli Pembentukan Keluarga Berkualitas

Daerah

DPRD Purwakarta Dukung Aliansi Umat Islam