Home / Daerah / Hukum & Kriminal

Rabu, 23 September 2020 - 12:04 WIB

Galian Pasir Ilegal Desa Benteng Menelan Korban, Pemilik Warung Meninggal Tersenggat Listrik

MATAKITA.ID | Tambang Galian Pasir Ilegal di Kp. Cibayawak Desa Benteng Kecamatan Campaka Purwakarta memakan korban hingga meninggal dunia akibat tersengat listrik.

Dperoleh keterangan, tambang pasir ilegal itu baru beroperasi kurang lebih 2 minggu.

Menurut saksi mata, korban JM (37) meninggal saat ia membenarkan atap terpal warung untuk menghindari kebocoran saat hujan. Tanpa sengaja, korban memegang sebatang besi yang menjadi salah satu penyanga warungnya. Diduga korban tak menyadari bahwa besi itu dialiri strum listrik karena ada kabel yang terkelupas.

Korban menjerit dan kejang – kejang karena sengatan listrik. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Korban sempat dilarikan ke RS Bhakti Husada, di tubuh korban tidak ada bekas luka atau memar. Dan dokter menyatakan JM telah meninggal.

BACA JUGA :  Masyarakat Tuding Berbagai Bansos Tidak Tepat Sasaran, Fungsi Pengawasan DPRD Dipertayakan, Ka Dinsos PALI : Itu Kesalahan Sistem

Korban JM adalah warga Kp.Ciputra RT 8 RW 3 Desa Benteng, ke sehariannya ia bekerja di lokasi galian pasir yang tak jauh dari tempat tinggalnya, ia juga berjualan di lokasi ilegal itu. Kini, korban meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri.

Kapolsek Campaka, AKP Teguh Sujito saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa malam (22/9/20), membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah galian pasir Cibayawak Desa Benteng.

“Betul korban adalah pemilik warung yang berada di galian pasir Cibayawak Kp. Cikutra Rt.09/03 Desa Benteng,” kata Kapolsek.

Menurut Teguh, pada bagian tubuh korban tidak di temukan luka luka. Korban dibawa ke RSU Bhakti Husada dan dinyatakan oleh dokter sudah meninggal dunia.

BACA JUGA :  Kapolres Banjar Berikan BantuanWarga Terdampak Covid 19

Untuk kronologi kejadian, Kapolsek Campaka mengatakan pada saat hujan deras korban yang memperbaiki terpal warung yang tertiup angin.

“Pada waktu memperbaiki, korban terpeleset lalu memegang tiang besi warung dan korban langsung kejang kejang karna tiang besi keadaan basah dan di atas tiang warung ada aliran listrik yang terbuka menempel di tiang warung,” jelas Teguh.

Sehingga pada waktu korban memegang tiang kedua belah tangan menempel pada besi dan terjadi konsleting listrik. Kata Teguh, korban di tarik oleh saksi Riki (20) dan Dede (23).

“Korban sudah tidak bernapas lagi kemudian korban oleh Riki dan Dede dibantu oleh warga masyarakat di bawa ke RSU Bhakti Husada Campaka Purwakarta dan korban sampai di RSU Bhakti Husada sekitar Jam 14.45 WIB,(Selasa 22/9/20) oleh Dokter dinyatakan korban sudah Meninggal,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Fluktuatif Angka Kesembuhan dan Konfirmasi Positif di Purwakarta

Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa galian pasir tersebut tidak mengantongi izin resmi alias ilegal yang beroperasi di Kabupaten Purwakarta. Untuk pemilik galian pasir ilegal sendiri berinisal HS alias HK.

Kini atas kejadian tersebut, warung yang berada di galian pasir tersebut diberi garis polisi oleh pihak kepolisian. Sampai berita ini diterbitkan, Rabu 22/9/2020, awak media berusaha untuk konfirmasi ke pihak pemilik galian pasir Haji Suhandi alias Haji Keling tidak bisa di temui (Saepul )

Happy
Happy
5 %
Sad
Sad
75 %
Excited
Excited
5 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
15 %

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Bogor Lakukan Pengecekan Pendisiplinan 3M

Daerah

Polres Majalengka Sosialisasi 3M dan Pembagian Bansos Prov Jabar Tahap III

Hukum & Kriminal

Terbunuhnya Bripka Adhi, Pengacara Keluarga Audensi Ke Kapolda Sumsel

Daerah

Ops Yustisi Polresta Cirebon Tegur 7 Pelanggar Tanpa Masker

Daerah

Sosialisasi Perwali No 27 Tahun 2020 Tentang Penegakan Prokse di Palembang

Daerah

Dalam Rangka Ops Lilin Lodaya, Polres Indramayu Antisipasi Kerawanan

Daerah

Jumlah Kumulatif Konfirmasi Positif Di Purwakarta 1000 Orang Lebih

Daerah

Dandim 0808/Blitar Ikuti Rakor Penanganan Covid – 19