Home / Daerah / Religi & Misteri

Jumat, 21 Agustus 2020 - 03:20 WIB

Geliat Wisata Religi di Purwakarta

MATAKITA.ID | Kabupaten Purwakarta tidak hanya dikenal dengan beragam kuliner yang khas, semisal sate maranggi dan simping sebagai oleh-oleh. Namun di Purwakarta juga banyak sekali wisata yang menjadi rekomendasi yang sayang jika dilewatkan, mulai wisata alam, wisata edukasi, wisata sejarah, wisata budaya dan tak lupa adalah wisata religi.

Menurut Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, sebelum masa pandemi Covid-19, keberadaan wisata religi tentu berdampak terhadap jumlah kunjungan ke Purwakarta yang setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan.

“Seperti di Masjid Agung Baing Yusuf ini, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, wisata religi sudah nampak mulai dibuka. DKM menyediakan tempat cuci tangan serta melaksanakan penyemprotan disinfektan secara berkala,” kata Anne disela acara doa bersama dan Istighosah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 H, Rabu (19/8/2020).

Di masjid yang berada di lingkungan Pemkab Purwakarta itu terdapat Makam Syekh Baing Yusuf. Sang Syekh merupakan salah satu tokoh sejarah yang menyebarkan Islam di Purwakarta. Beliau merupakan guru dari Syekh Nawawi Al-Bantani Ulama Indonesia yang menjadi Imam di Masjidil Haram.

BACA JUGA :  Kabid Humas Polda Jabar: Bahagia Ditengah Pandemi Covid 19 Adalah Berpikir Positif

Sementara, berdasarkan data di Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, selain Masjid Agung Baing Yusuf, setidaknya ada tiga tempat wisata religi lainnya yang menjadi rekomendasi bagi wisatawan jika berkunjung ke Purwakarta.

Ketiga tempat wisata religi itu diantaranya, Makam Eyang Pandita yang terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Makam Eyang Pandita berada di Kawasan Desa Wisata Kampung Tajur, berdekatan dengan Curug Panembahan.

“Oleh masyarakat setempat Eyang Pandita dipercaya sebagai sesepuh Desa Pasanggrahan. Keunikan dari makam ini adalah lokasinya yang berada di atas bukit, sehingga dapat terlihat pemandangan gunung Burangrang, area pesawahan, perkebunan sayur warga dan kawasan hutan,” kata Kadisporaparbud Purwakarta, Agus Hasan Saepudin.

Tempat wisata religi lainnya, lanjut Agus, adalah Makam Dalem Gandasoli yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Berkaitan dengan nama Gandasoli konon ceritanya sekitar Tahun 1628 datang seorang panglima tentara Mataram bernama Raden Surya Sumadita Angga Yuda atau akrab disapa Eyang Dalem Gandasoli dengan Mbah Balung Tunggal, Mbah Jaksa dan lainnya.

BACA JUGA :  Jalan Kaki 300 M, Cak Nur Santuni Nenek 80 Tahun yang Hidup Sebatang Kara

Beserta Pasukannya dengan tujuan untuk menggempur tentara VOC yang berada di Batavia. Sebelum sampai ke tujuan beliau bersama pasukannya sempat singgah di suatu tempat yang bernama Lembur Kolot (dahulu masuk Desa Gandasoli, sekarang masuk Desa Mekarsari). Pada waktu itu jalur sungai yang digunakan untuk menuju Batavia satu-satunya melalui Sungai Citarum.

“Eyang Dalem Gandasoli meninggal pada tahun 1713. Peralatan dan bajunya sampai saat ini masih ada dan diamankan oleh warga sekitar,” ujar Agus.

Dan satu lagi adalah Makam Mama Sempur terletak di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Nama lengkapnya adalah KH. Tubagus Ahmad Bakri bin KH. Tubagus Syeda bin KH. Tubagus Arsyad.

Mama Sempur adalah salah satu tokoh muslim di Purwakarta yang menyebarkan agama Islam. Beliau saat ini dikenal sebagai Mama Sempur. Dia mendapat garis layak dari Keraton Banten (Istana Banten), diambil dari garis layak KH. Tubagus Arsyad dari Keraton Banten.

BACA JUGA :  Layanan Publik Dibuka Kembali, Polres Purwakarta Masih Batasi Jumlah Pelayanan

Di akhir setiap bulan Dzulqaidah, tempat itu selalu melaksanakan haulan, sebuah peristiwa untuk mengingat wafatnya Mama Sempur.

“Hingga saat ini setiap peringatan wafat Mama Sempur banyak para peziarah yang datang dari berbagai daerah, bahkan tidak sedikit pula dari luar provinsi. Warga sekitar mendapat barokah dari peringatan haul Mama Sempur karena lahan milik mereka disewa untuk lapak berjualan kepada para pedagang di sekitar makam,” kata Agus.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Hari ke 5 PSBB Tidak Ada Penambahan Kasus Postif Corona di Purwakarta

Daerah

Polres Sumedang Berikan Sanksi Terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan

Daerah

Dukung Pemerintah, Sat Brimob Polda Jabar Bina Ketahanan Pangan Kampung Tangguh Di Masa Pandemi Covid 19

Daerah

Bulog Pastikan Beras Yang Didistribusikan Kepada Warga Purwakarta Berjenis Premium

Daerah

Cegah Covid 19, Polsek Rancakalong Himbau Warga Memakai Masker

Daerah

Gubes UNM: Salam Satu Jiwa Bakal Menguatkan Keberhasilan PSBB Malang Raya

Daerah

Cek Dapur Umum, Dandim 0808/Blitar Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Covid-19

Daerah

DPRD Karawang Terima Aksi Demo 73 Ormas Tolak RUU HIP
%d blogger menyukai ini: