Home / Daerah / Religi / Serba Serbi

Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:24 WIB

Imlek Untuk Kedamaian Umat Beragama di Purwakarta

MATAKITA.ID | Purwakarta – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada umat Konghucu di Purwakarta yang merayakannya.

“Tahun baru Imlek kali ini jatuh pada , Sabtu (25/1). Atas nama Pemerintah Daerah Purwakarta dan selaku bupati saya ucapkan selamat tahun baru Imlek,” ujar Ambu di Gedung Negara, (24/1).

Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini berisikan pesan – pesan perdamaian antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan mencintai. “Semoga kedamaian akan ada di Kabupaten Purwakarta ini, terutama untuk umat beragama,” ujarnya.

Sementara, Klenteng satu – satunya di Kabupaten Purwakarta, yaitu Klenteng Budi Asih yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani menggelar peringatan tahun baru Imlek. Nampak puluhan umat Konghucu melakukan sembahyang di malam imlek. Tahun ini merupakan menjadi pergantian shio dari shio babi tanah menjadi shio tikus logam.

Baca Juga :  Acara Puncak Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2019 Diselenggarakan di Jatiluhur

Gemerlap lampu lampion serta nyalanya lilin dan wanginya dupa tampak terasa di Klenteng Vihara Budi Asih ini.

Satu per satu umat silih berganti melakukan sembahyang dengan terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada tuan rumah di Klenteng Budi Asih, yakni Dewa Kong Co Wan Kong yang merupakan panglima perang.

Pengurus Klenteng Budi Asih, Cecep Hariante atau biasa disebut Song Tek Sian mengungkapkan para umat silih berdatangan hingga menjelang malam nanti dan dilanjut besok hari. Song Tek Sian berharap di peringatan imlek 2020 ini kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia.

Baca Juga :  Diabsen Siswa Kurang Satu, Ternyata Korban Sudah Tewas Tenggelam

“Kemeriahan Imlek tahun ini masih belum tampak karena belum ada semua yang datang. Semoga Imlek tahun ini bisa lebih baik dari Imlek sebelumnya,” ujarnya.

Dalam Klenteng Budi Asih ini terdapat tiga patung utama yang menjadi titik ibadah umat Konghucu di Purwakarta, di antaranya Kong Co Wan Kong (panglima perang), Kong Co Hotengsin (Dewa Uang), dan Maha Dewi Kwan In (Dewi Welas Asih).

Baca Juga :  Santri Di Tulungagung Gelar Turnamen Sepak Bola Api

“Ketiga dewa – dewi ini sayang sekali pada umatnya. Kami mandikan patung dewa gunakan air kembang khusus bahkan airnya itu jika tak ada air sumur bisa pakai air kemasan dan tak boleh pakai air pam,” katanya.

Tak hanya tiga patung tersebut, lanjutnya ada patung lain yang ada di Klenteng Budi Asih, seperti Tuti Kung (Dewa Bumi) yang berada di bagian bawah patung panglima perang.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Pali Lantik 12 Kepala Desa terpilih periode 2019-2024

Daerah

Ceceng Abdul Qodir Isi Reses Dengan Ngaji Wirausaha

Daerah

‘Gempungan’, Upaya Pemkab Purwakarta Maksimalkan Pelayanan Publik

Daerah

71 Persen Wisudawan Universitas Jember Periode II Lulus Tepat Waktu

Daerah

Saudi Arabia Stop Visa Umrah, 120 Orang Asal Purwakarta Terancam Gagal Umrah

Budaya

Kesenian Wayang Golek Mengharumkan Nama Purwakarta

Daerah

Ketua GPRI Purwakarta: “Aming Tong Epes Me’er”

Serba Serbi

Satgas Citarum Harum Usulkan Sanksi Sosial Pembuang Sampah di Sungai