Home / Daerah / Hukum & Kriminal / Pendidikan

Jumat, 11 September 2020 - 03:28 WIB

IMM Kota Palembang Mengutuk Keras Aksi Pemukulan Mahasiswa di Universitas PGRI

MATAKITA.ID | Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Kota Palembang Mengecam dan mengutuk keras atas tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa Universitas PGRI Palembang pada Kamis 10 September 2020 di depan Universitas PGRI Palembang.

Aksi mahasiswa tersebut sebagai bentuk pernyataan sikap mahasiswa untuk meminta penjelasan terkait dengan Uang Kuliah Tambahan (UKT) yang sampai hari ini belum terealisasi dengan baik kemahasiswa.

Aksi tersebut adalah lanjutan dari aksi sebelumnya yang juga sudah dilakukan. Akan tetapi sampai saat ini pihak Yayasan dan Universitas PGRI Palembang menolak untuk melakukan dialog dengan para mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif mahasiswa (BEM).

Lantaran tuntutan tersebut tidak digubris oleh pihak kampus, maka para mahiswa itu mengadakan aksi lanjutan guna mempertanyakan sikap dari pihak yayasan dan universitas.

Sayangnya, aksi itu dibalas dengan tindakan brutal aparata keamanan yang langsung melakukan tindakan represif terhadap Mahasiswa.

BACA JUGA :  Agung dan Kefara, Pasangan Duta Kampus Universitas Jember 2019

Dari video yang beredar, terlihat adanya oknum dari keamanan kampus melakukan provokasi ke yang lain untuk melakukan tindak kekerasan. Dan terlihat jelas adanya kontak fisik yang dihantamkan ke salah satu mahasiswa.

Andi leo mengatakan, maka dari itu pihaknya dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Palembang sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam menghalau aksi mahasiswa itu.

M.Wahyu Nugroho, Ketua umum IMM Kota Palembang berjanji akan mengawal proses ini sampai terang benderang. “Kami juga akan meminta pihak yayasan dan universitas untuk bertanggung jawab Dan mengambil langkah konkret untuk penyelesaian kasus ini,” kata Wahyu.

Agar dikemudian hari tidak terjadi lagi hal yang serupa, ikatan mahasiswa Muhammadiyah Kota Palembang juga mengajak semua elemen mahasiswa untuk bersinergi dan merapatkan barisan dan saling merangkul satu sama lain.

BACA JUGA :  Temui Masyarakat Diluar Rumah, Sat Brimob Polda Jabar Edukasi Disiplin Prokes

Dan meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini didepan khalayak publik. “Kami juga akan memerahkan jalananan kota Palembang apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak aparat kepolisan terhadap kasus tersebut. Kami meminta polisi segera menangkap dan mengadili oknum premanisme yang ada di lingkungan Universitas PGRI palembang karena ini ada tamparan sekaligus pelecehan untuk aktivis mahasiswa sumsel,” ujar Herom Wihanda Ketua Bidang hikmah IMM Kota Palembang.

Atas kejadian itu, Ketua Presidium ASB (Aktivis Sumsel Bersatu), Rudi Pangaribuan mengutuk keras kejadian yang berlangsung Kamis (10/9/2020).

“ASB menolak dan mengutuk keras atas kekerasan yang dialami Aktivis Universitas PGRI Palembang, jelas di Video yang beredar ada pemukulan terjadi oleh oknum Berpakaian Security,”tegas nya.

BACA JUGA :  Di Purwakarta, Jumlah Warga Positif Covid-19 Terus Bertambah

Dilihat dari video yg beredar berdurasi 0.35 detik itu, mahasiswa didorong lalu di pukul, oleh oknum Sucurity, seakan di kepung, tak ada perlawanan, “terang nya. Untuk itu, ia
meminta aparat hukum untuk berbuat adil atas hal yang terjadi. (Syaiful Jabrig)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Srikandi Nusantara Siap Hantarkan Gibran Menuju Solo Satu

Daerah

Rakor Gabungan Unsur Forkopimda Malang Raya Dalam Rangka PSBB

Daerah

Nekat Keluar Malam, Di Sidoarjo Lima Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Daerah

Dinkes Purwakarta Minta Seluruh Puskesmas Buka 24 Jam Untuk Penanganan Kasus DBD

Hukum & Kriminal

Begal Bersenpi Kembali Beraksi di PALI

Daerah

Sosialisasikan Protokol Kesehatan, Sat Brimob Polda Jabar Datangi Kawasan Wisata Tangkuban Perahu

Daerah

Pangkas Anggaran Kesehatan, G7 Nilai Pemkot Tangsel Tidak Punya Hati Nurani!

Daerah

Tolak RUU Omnibuslaw, PMPSS Tiba Di Senayan
%d blogger menyukai ini: