Ini Rincian dan Besaran Gaji Kepala Desa dan Perangkat Desa Tahun 2022 | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / Serba Serbi

Sabtu, 27 November 2021 - 11:37 WIB

Ini Rincian dan Besaran Gaji Kepala Desa dan Perangkat Desa Tahun 2022

JAKARTA | MATAKITA.ID – Berapa sih gaji Kepala Desa Tahun 2022….????

Berikut rincian besaran gaji dan tunjangan perangkat desa terbaru di tahun 2022.

Jabatan perangkat atau pamong di pedesaaan bisa dikatakan cukup banyak diminati.

Tugas perangkat desa adalah membantu kepala desa (kades) dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Di beberapa desa di Indonesia, seleksi pemilihan pamong desa cukup selektif lantaran banyak warga desa yang berminat mendaftar sebagai pamong.

Lalu berapa gaji perangkat desa ???

Gaji pamong desa sudah diatur pemerintah pusat lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Dalam Pasal 81 PP tersebut, penghasilan tetap kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa dianggarkan lewat APBDesa yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD).

Gaji perangkat desa tertinggi yakni untuk jabatan sekretaris desa atau yang biasa disebut sebagai carik desa.

Gaji per bulannya yakni paling sedikit Rp 2.224.420 atau setara dengan 110 persen dari gaji pokok PNS golongan IIa.

Sebagai informasi, sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia sudah menetapkan status sekretaris desa sebagai PNS.

Sementara gaji perangkat desa lain di luar sekretaris desa ditetapkan paling sedikit sebesar Rp 2.022.200 per bulan atau setara dengan 100 persen dari gaji pokok PNS.

Jika diukur dari besaran gaji minimal per bulan, gaji sekretaris desa maupun perangkat desa lain ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan gaji minimal kepala desa yang ditetapkan sebesar Rp 2.426.640.

BACA JUGA :  Kapolda Jateng Pimpin Upacara Sertijab Empat PJU Polda Jateng Dan Enam Kapolres

Penghasilan dari tanah bengkok Namun demikian, PP tersebut hanya mengatur terkait besaran minimum gaji yang bisa diperoleh perangkat desa.


Gaji perangkat desa bisa lebih tinggi tergantung dengan kebijakan masing-masing kepala daerah, dalam hal ini bupati atau wali kota dengan kebijakan tunjangan masing-masing daerah.

Sementara itu, dalam Pasal 100 PP Nomor 11 Tahun 2019, perangkat desa sebagaimana kepala desa, juga menerima penghasilan lain selain gaji tetap dari pemerintah.

Pendapatan kades tersebut berasal dari pengelolaan tanah desa atau tanah bengkok.

“Penghasilan belanja desa sebagaimana dimaksud di luar pendapatan yang bersumber dari hasil pengelolaan tanah bengkok atau sebutan lain,” bunyi Pasal 100 ayat (2).

Pengelolaan tanah desa dan pembagian hasilnya untuk gaji kepala desa dan perangkat desa ini diatur dengan peraturan bupati atau wali kota.

Tunjangan dari tanah bengkok ini bisa berasal dari pendapatan dari sewa tanah maupun tanah bengkok yang dikelola sendiri.

Dalam ABPDesa, belanja desa sendiri mengatur penggunaan anggaran belanja desa, di mana paling sedikit 70 persen jumlah anggaran belanja desa digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa termasuk belanja operasional pemerintahan desa.

Lalu dana tersebut juga dipakai untuk insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT dan RW), pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.

BACA JUGA :  Waliyunis Dilantik Sebagai Geuchik Glumpang Sulu Timu, Ketum PPWI Ucapkan Selamat

Kemudian sisanya, paling banyak 30 persen dari jumlah anggaran belanja desa digunakan untuk mendanai penghasilan tetap dan tunjangan kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa lainnya, serta tunjangan operasional Badan Permusyawaratan Desa.

Tentang dana desa Dana desa adalah merupakan bagian dari dana perimbagan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh daerah untuk desa sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, penggunaan dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Lalu peningkatan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana desa diutamakan dilakukan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya atau bahan baku lokal, dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat desa setempat.

Dana desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak termasuk dalam prioritas penggunaan Dana Desa setelah mendapat persetujuan bupati/walikota dengan memastikan pengalokasian dana desa untuk kegiatan yang menjadi prioritas telah terpenuhi atau kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat telah terpenuhi. ( Red )

Happy
Happy
14 %
Sad
Sad
14 %
Excited
Excited
29 %
Sleepy
Sleepy
29 %
Angry
Angry
14 %
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Advertorial

Tiba Di Kepulauan Riau, Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Dan Beri Pengarahan Penanganan Pandemi

Daerah

Pemkab Purwakarta Tegaskan Komitmen Percepatan Digitalisasi Dunia Usaha

Serba Serbi

Halallalbihallal Virtual Ditjen Migas : Ingatkan Agar Pandai Bersyukur Dan Tawakal

Daerah

New Normal Di Jabar Mulai di 15 Kabupaten/ Kota, Purwakarta Salah Satunya

Nasional

UGM Masuk 50 Kampus Terbaik Dunia

Daerah

Wujudkan Pilkada Damai 2020, Polres Cianjur Safari Ibadah dan Sosialisasikan AKB

Hukum & Kriminal

Koramil 04/Tawangsari bersama Polsek Tawangsari Patroli Malam Rutin, Laksanakan Himbauan 5M

Daerah

Kabid Humas Polda Jabar: Bahagia Ditengah Pandemi Covid 19 Adalah Berpikir Positif