Home / Daerah / Nasional

Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:34 WIB

Jabar Aman dari Virus Corona, Tapi Perlu Waspada !

MATAKITA.ID | Bandung – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengonfirmasi hingga kini tidak ada laporan virus corona (2019-nCov) di Jabar.

Komite Emergensi International Health Regulation (IHR) pada Kamis (23/1/2020) menyatakan pneumonia akibat novel coronavirus bukan keadaan yang membahayakan kesehatan manusia. Namun demikian kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap diperlukan.

“Sampai dengan tanggal 23 Januari belum ditemukan ada penderita pneumonia terkonfirmasi akibat novel coronavirus. Tapi Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan edaran kepada setiap pemda agar meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Berli Hamdani.

Menurutnya, provinsi dengan karakteristik seperti Jabar berpotensi terpapar berbagai macam virus. Jabar merupakan destinasi favorit bagi wisatawan asing seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand. Selain itu, Jabar juga menjadi lokasi proyek kereta api cepat Bandung – Jakarta dimana banyak pekerja berasal dari China yang merupakan negara asal virus ini. Diketahui, kelima negara ini sudah terpapar corona, ditambah Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Bupati Purwakarta Apresiasi Langkah PT IBR Melakukan Proses Clean Up Rawa Kalimati

“Enam kasus kematian telah dilaporkan dari Wuhan, China dan dilaporkan telah ada 16 petugas layanan kesehatan telah terinfeksi. Tidak menutup kemungkinan Jabar bisa terpapar,” kata Berli.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah melakukan tiga hal penting. Pertama, koordinasi dan pemberian informasi antar sektor terkait laporan dan penanganan kasus suspek pneumonia akibat novel coronavirus.

Kedua, membuat surat edaran kewaspadaan kepada rumah sakit, puskesmas dan klinik untuk meningkatkan kewaspadaan, penanganan dan rujukan dalam penanganan kemungkinan pasien novel coronavirus.

Baca Juga :  Memudahkankan Konektivitas, Pemprov Jabar Akan Bangun Stasiun KA di Dekat Masjid Al Jabbar & Stadion GBLA

Ketiga, memberikan informasi seterang mungkin dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media. “Termasuk di media sosial,” sebut Berli.

Berli merekomendasikan masyarakat tidak panik sambil tetap waspada dan mengurangi risiko penularan virus melalui langkah – langkah responsif dan cepat.

Pertama, jika ada riwayat perjalanan dan kontak dengan orang yang bepergian ke wilayah Cina (Wuhan) atau negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari dan mengalami demam di atas 38 derajat, batuk, sulit bernapas, segera kunjungi rumah sakit atau puskesmas terdekat. “Jangan tunggu besok lagi,” kata Berli.

Kedua, kata Berli, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Terima Penghargaan Gubernur Terbaik Wilayah Tengah di Kadin Award 2019

Ketiga, sering mencuci tangan dengan air sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol. Ketiga, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu ketika batuk dan bersin. “Jangan lupa segera buang tisu dan cuci tangan,” kata Berli.

Keempat, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk. “Pakai masker apabila menderita gangguan pernapasan atau batuk,” katanya.

Terakhir, berhati-hati dalam mengonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

4.694 Orang Bersaing Perebutkan 169 Formasi CPNS di Purwakarta

Daerah

Pejabat Eselon di Purwakarta Berebut Jabatan di Lima Dinas

Nasional

Kapolri Bungkam Soal Kasus Novel Baswedan

Daerah

Kendi Dijadikan Tempat Menyimpan Air Minum di Perkantoran Pemkab Purwakarta

Advertorial

Keramik Plered Rambah Pasar Mancanegara

Daerah

Mahasiswa STIE KHZ Muttaqien Sampaikan Kegalauan Pemuda Kepada Dewan

Daerah

Masa Kejayaan Neng Supartini Sudah Habis?

Nasional

TP4 Segera Dibubarkan ! Lebih banyak Mudarat daripada manfaatnya