Home / Daerah / Politik

Senin, 10 Februari 2020 - 16:09 WIB

Ketua GPRI Purwakarta: “Aming Tong Epes Me’er”

MATAKITA.ID | PURWAKARTA – Adanya indikasi disharmonisasi yang terjadi antara Anne ‘Ambu’ Ratna Mustika dengan Aming, membuat sejumlah kalangan prihatin. Dihubungi secara terpisah, Senin (10/2), umumnya mereka berharap disharmonisasi antar keduanya hanya sebatas rumor dan faktanya tidak terjadi.

Mustafa kamal, seorang politikus Purwakarta tak menampik jika dirinya sudah mendengar kabar yang tak sedap itu. Namun demikian, dia berharap kabar yang diterimanya hanya sebatas rumor. “Mudah-mudahan Ambu dan Aming tetap harmonis,” kata Kamal, Senin (10/2) sore.

Yang penting, kata Kamal, harus dicari tahu mengapa isu disharmonisasi belakangan menjadi menyeruak.

BACA JUGA :  Dandim 0808/Blitar Berangkatkan Tim Distribusi Bantuan Kepada Masyarakat Yang Terdampak Covid-19

“Harus dicari tahu, apakah masalah ini muncul karena pembagian porsi tugas yang tak jelas. Masing-masing kan sudah punya porsi. Apakah Aming merasa tak mendapat porsi tugas sebagai wabup. Atau dia memang tak mengerti tupoksinya. Atau bagaimana?” kata Kamal.

Ditanya apakah kondisi ini akan mengganggu efektifitas jalannya pemerintahan, Kamal berpendapat, selama ini manajemen pemkab masih berjalan lancar.

“Sejauh ini jalannya pemerintahan tak terganggu,” ujar Kamal. Hal berbeda dilontarkan Tedi Sutardi, Ketua DPC Gempar Peduli Rakyat Purwakarta (GPRI). Menurut Tedi, kondisi seperti ini jelas akan membuat efektifitas jalannya pemerintahan terganggu.

BACA JUGA :  Kasat Reskrim Polres Purwakarta di Serahterimakan

Tedi berpendapat, kabar disharmonisasi Ambu-Aming bukan sekadar rumor, tapi sudah terjadi. “Aming tong epes me’er. Jangan diam. Dia harus punya keberanian. Dia kan terpilih menjadi wabup secara konstitusional,” imbuh Tedi.

Di tempat terpisah, mantan aktivis Purwakarta Yosef Agung Komara enggan berkomentar soal indikasi adanya disharmonisasi antara Ambu dan Aming. “Enggak ah, takut salah ngomong,” kata mantan Ketua Permata itu.

Sementara itu, Reza Solehudin yang juga mantan Ketua Permata, meminta agar Ambu dan Aming bersikap dewasa. “Ambu harus membuktikan kepada masyarakat bahwa di pemerintahan tidak terjadi apa-apa. Caranya, bukan melalui statement, tetapi dengan sikap,” ujar Reza.(tbs)

BACA JUGA :  Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Jadi Atensi Pemda Provinsi Jabar
Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Camat Plered Minta Polisi Tangkap dan Usut Tuntas Pembuang Limbah B3

Daerah

Kapolsek Pamulihan Sambut Sub Devisi Pengujian Massal Tim Gugus Tugas Prov Jabar

Daerah

158 KK Desa Waru Sidoarjo Jalani Isolasi Mandiri

Daerah

Waspada Corona, Gubernur Ajak Hafidz Doakan Jatim

Daerah

Wakapolsek Sukahaji Sambangi Siswa SD Sampaikan Himbauan 3M

Daerah

Tanpa Memperhatikan Prokes, Ribuan Pelamar Datang Ke PT. Metro Pearl Indonesi

Daerah

Guna Antisipasi Bencana Alam, Sat Brimob Polda Jabar Siaga SAR

Daerah

Tujuh Desa di Kecamatan Krembung Kompak Dirikan Kampung Tangguh
%d blogger menyukai ini: