Makam Keramat Raden Arya Wangsa Gofarana | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / Budaya / Religi & Misteri

Sabtu, 5 Oktober 2019 - 18:06 WIB

Makam Keramat Raden Arya Wangsa Gofarana

Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber – sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kekuasaan di tanah nusantara. Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

BACA JUGA :  Kapolri Silaturahmi Ke Habib Syech Bicara Soal Penanganan Covid-19 dan Program Vaksinasi Nasional

Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.

Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru ke pinggiran sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk Hindu.

BACA JUGA :  Kapolres Subang Polda Jabar Pimpin Langsung Pemotongan Hewan Qurban Idul Adha

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

BACA JUGA :  Rayakan Idul Adha 1441 H, Polres Cimahi Qurban 10 Sapi Dan 34 Kambing

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).

Happy
Happy
33 %
Sad
Sad
33 %
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
17 %
Surprise
Surprise
17 %

Share :

Baca Juga

Budaya

Festival Maranggi, Lestarikan WBTB dan Angkat Perekonomian Saat Pandemi

Religi & Misteri

Yayasan SNU Resmi Berdiri, Senantiasa Sejalur dan Searah Perjuangan dengan Nahdlatul Ulama

Budaya

Mengenal Lebih Dekat Ajaran Sunda Wiwitan Madrais

Budaya

Purwakarta Akan Bangun Sentra Batik

Nasional

Terkait Intruksi Perbaikan dan Pembersihan Makam Sultan Hasanuddin, Pangdam: Sultan Hasanuddin Itu Ruh Prajurit Kodam Hasanuddin

Budaya

Pastikan Penerapan Prokes Pada Festival Maranggi, Bupati Purwakarta: Peserta Jalani Rapid Test

Religi & Misteri

Jodhi Yudono Rilis Single Religi Doa

Budaya

Riva Nawawi Harumkan Nama Purwakarta Di Manca Negara
%d blogger menyukai ini: