Menteri PPN: Outlook Ekonomi Indonesia 2021 | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / Ekbis / Ekonomi / Nasional

Selasa, 4 Mei 2021 - 16:11 WIB

Menteri PPN: Outlook Ekonomi Indonesia 2021

MATAKITA.ID | Jakarta – Menteri PPN menyampaikan bahwa Bappenas memperkirakan bahwa outlook ekonomi Indonesia tahun 2021 adalah pada kisaran 4 – 5 persen, dengan titik tengah pada kisaran 4,5 persen, dengan berbagai _downside risk_ dan _upside risk_.

Hal ini disampaikan dalam Sesi II Musrenbangnas, yaitu pengarahan para Menteri dan diskusi secara virtual. Dalam kesempatan ini Menteri memberikan arahan kebijakan pembangunan nasional dalam RKP 2022.

Pada Triwulan I – 2021, ekonomi Indonesia masih akan sedikit terkontraksi pada kisaran -0,6 sampai -0,9 persen, dimana peningkatan belanja pemerintah dan ekspor akan menjadi bantalan yang dapat menahan ekonomi Indonesia tidak terkontraksi lebih dalam.

“Tanda awal pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat, dan momentum ini perlu terus dijaga dengan cara tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat dan fokus pada upaya pengendalian Covid-19 yang konsisten,” ujar Menteri.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri juga menegaskan bahwa tahun 2022 merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk mulai lepas dari tekanan pandemi Covid-19 dan merupakan tahun kunci bagi pemantapan pemulihan ekonomi nasional. Artinya, ekonomi Indonesia tahun 2022 harus didorong untuk tumbuh tinggi.

BACA JUGA :  Ketua Presidium! FPII Jangan ada lagi Kekerasan,terhadap jurnalis

Menteri juga menekankan pada tahun 2022, investasi akan menjadi aktor utama dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4-6,0 persen di tahun 2022, dibutuhkan investasi sebesar Rp 5.891,4 – 5.931,8 triliun.

Untuk itu dibutuhkan investasi non-pemerintah, terutama BUMN dan Swasta, untuk menjadi pemicu investasi dan menggerakkan sektor-sektor yang sedang idle. Sekitar 83 persen dari kebutuhan investasi nasional diharapkan dikontribusikan oleh investasi swasta.

Di sisi lain, ICOR Indonesia tahun 2022 diharapkan akan lebih baik, yaitu sebesar 6,24, sehingga dengan demikian investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih efisien.

The Minister of National Development Planning said that Bappenas estimates that Indonesia’s economic outlook in 2021 is in the range of 4 – 5 percent, with the midpoint in the range of 4.5 percent, with various downside risks and upside risks.

BACA JUGA :  Bupati Purwakarta Resmikan Hibar Eco Village

This was conveyed in Session II of the Musrenbangnas, that is a briefing of the Ministers and a virtual discussion. On this occasion the Minister provided directions for national development policies in the 2022 RKP.

In Quarter I – 2021, Indonesia’s economy will still contract slightly in the range of -0.6 to -0.9 percent, where the increase in government spending and exports will be a cushion that can prevent Indonesia’s economy from contracting further.

“Early signs of economic recovery are beginning to appear, and this momentum needs to be maintained by maintaining strict health protocols and focusing on consistent efforts to control Covid-19,” said the Minister.

In various opportunities, the Minister also emphasized that 2022 is an important momentum for Indonesia to begin to escape the pressure of the Covid-19 pandemic and is a key year for consolidating national economic recovery. This means that the Indonesian economy in 2022 must be encouraged to grow tall.

BACA JUGA :  Kunker Kapolri ke Lombok, Danrem 162/WA Berikan Buku "Mempolong Merenten Rehab Rekon Gempa Lombok"

The minister also emphasized that in 2022, investment will be the main actor in driving the pace of economic growth. To achieve economic growth in the range of 5.4-6.0 percent in 2022, an investment of IDR 5,891.4 – 5,931.8 trillion is required.

For this reason, non-government investment, especially BUMN and private sector, is needed to trigger investment and stimulate idle sectors. About 83 percent of the national investment requirement is expected to be contributed by private investment.

On the other hand, Indonesia’s ICOR in 2022 is expected to be better, at 6.24, so that investment can drive economic growth more efficiently. ( Red )

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Mayat Bayi Dalam Kardus Gegerkan Warga Jempong Baru

Nasional

Masyarakat Diminta Waspada Ancaman DBD di Masa Pandemi

Infografis

Apresiasi PSEL TPA Benowo, Presiden Minta Kota Lain Tiru Surabaya

Hukum & Kriminal

Kapolsek Sunggal rilis kasus suami bunuh istri

Hukum & Kriminal

Kapolri Ajak Pemuda Islam Lawan Paham Radikalisme

Nasional

Hari Pers Nasional 2021, Kapolri Minta Pers Bantu Tangkal Hoaks yang Memecah Belah Bangsa

Nasional

BIN : Penusukan Wiranto Terkait Pelantikan Jokowi

Nasional

Kunjungi LDII, Kapolri Bahas Dai Kamtibmas Hingga Moderasi Beragama
%d blogger menyukai ini: