Ngeriiih! Peti Jenazah PDP Covid – 19 Tertancap Diliang Kubur | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / Daerah / Hukum & Kriminal

Kamis, 4 Juni 2020 - 09:10 WIB

Ngeriiih! Peti Jenazah PDP Covid – 19 Tertancap Diliang Kubur

MATAKITA.ID|Pali, Ditengah berbagai aksi penolakan pemakaman standar Covid – 19 dibeberapa daerah di Indonesia. Gugus Tugas Pencegahan Covid – 19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan pemakaman pertama standar Covid – 19 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di TPU Talang Pegang Kelurahan Bhayangkara.

Almarhumah adalah Sukowati (57) warga Jl. Pasar Baru Taman Siswa Gang Al Janah No. 26 RT.016/RW.006, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Almarhumah merupakan salah satu pasien Rumah Sakit Daerah (RSUD) Talang Ubi yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid – 19 saat setelah meninggal dunia.

Pelaksanaan pemakaman dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Tugas, Junaidi Anwar dan Juru Bicara Covid – 19, dr. Zamir Alvi beserta petugas pemakaman. Namun pelaksanaan pemakaman pada malam hari itu Kamis (21/05/20) menjadi mencekam dengan terjadinya kesalahan prosedural standar Covid 19.

Pantauan dilapangan, para awak media berhasil mendapatkan rekaman video pemakaman. Dalam tayangan video tampak jelas saat peti jenazah akan diturunkan salah satu petugas yang menahan tali disudut kepala tidak kuat menahan beratnya beban sehingga peti jenazah jatuh keliang kubur dan tutup peti terbuka dengan posisi jenazah kepala dibawah kaki diatas.

Seketika seluruh pihak keluarga yang berada dekat dengan lubang kubur terkejut dan menjerit histeris melihat kejadian itu. Luapan emosi dan amarah pihak keluarga tak terbendung. Mereka mengucapkan kata – kata kasar kepada petugas. Spontan hal itu, mengundang seluruh warga yang hadir mendekati jenazah. Dengan situasi yang semakin mencekam dan tidak terkendali petugas pemakaman dari Gugus Tugas mundur teratur menjauhi jenazah.

Saat itulah, pihak keluarga yang sudah tersulut emosi masuk kedalam lubang kubur. Mereka berusaha membantu jenazah yang masih posisi tertancap. Peti jenazah langsung dikeluarkan, kantung mayat dan plastik dilepaskan.

BACA JUGA :  Antisipasi Covid 19, Polresta Cirebon Sosialisasi 3M

Mereka tidak mempedulikan lagi resiko akan tertular atau terinfeksi Virus Corona dari jenazah. Pihak keluarga dan warga langsung melaksanakan pemakaman Almarhumah tanpa ada satupun petugas yang mencoba untuk mengingatkan mereka. Rencana awal pemakaman akan dilaksanakan standar Covid 19 tetapi akhirnya dimakamkan secara Islam.

Dalam suasana masih diselimuti duka, anak dari almarhumah Eka Kamelia (37) saat dikonfirmasi via telpon selular dikediaman rumah duka membenarkan tragedi kelalaian pemakaman ibunya yang dilaksanakan oleh petugas dari Gugus Tugas Covid – 19 Kabupaten PALI.

“Pas datang ke kuburan tu tali tu lah siap, tigo ikok tali dijejer ontok masoke peti dalam kuburan tu kan. Nah begitu masoke peti dalam kuburan tu peti itu jungkir balik kepala duluan, jadi mamak aku tadi tesungkurlah dalam tanah kuburan itu,” ungkap Eka.

Bahwa seluruh pihak keluarga, lanjut Eka, melihat kejadian itu langsung terbakar emosi dan suasana pemakaman menjadi mencekam.

“Nah nyelah kami sekeluarga besak nih ngamuk marah kami. Belari galo rombongan wong situ katakutan jingok kami la ngamuk. Tapi masih sadar idak katek yang namonyo goco apo segalo macam idak kan kak. Marah bae marah molot bae, aku bae teko aku marah,” tegas Eka.

Mungkin kejadian itu merupakan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa almarhumah ibunya tidak mau dimakamkan dengan standar Covid – 19. Dia meyakini peristiwa itu juga adalah hikmah dari tuhan karena almarhumah ibunya bisa dimakamkan secara normal oleh pihak keluarga dengan cara Islam.

“Itulah uji aku kamu sangkan kamu nak tau itu tu petunjuk dari yang dipucuk bahwa emak aku nih enggan dikuburi dengan caro model mak ini. Nah basoh kami wong Islam uji aku, itulah uji aku ini mungkin ado hikmanyo emak aku malam nih oleh gara – gara peti itu tesungkur model itu. Jadi peti itu dikesahke lombos – lombos baju kami dibuka gale jadi dikuburke secaro normal cak biaso tulah emak aku kumpul galo wong kak,” terangnya.

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Pimpin Anev Penanganan Covid19 Untuk Wilayah Sidoarjo dan Gresik

Tidak sampai disitu dengan nada emosi, Eka mengatakan, pihaknya akan menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang menyatakan ibunya terjangkit virus corona. Dia menjelaskan bahwa ibunya sudah lima tahun mengidap penyakit diabetes dan patah tulang pinggang karena terjatuh.

“Kamu kutuntut kamu segalo – galo wong rumah sakit. Maju uji aku kamu siapo yang betanggong jawab ngatoke emak aku keno corona, mano buktinyo. Baso emak aku la limo taon dari 2015 mamak aku sakit diabet. Nyelah jatoh, nyelah patah pinggang dak pacak bejalan dak pacak ngapo – ngapoi,” tegas Eka.

Sementara itu saudara almarhumah, Syamsudin mengatakan bahwa berita pemakaman standar Covid 19 almarhumah ayundanya yang terbit sebelumnya dibeberapa media online yang tidak dimuat dengan sebenarnya.

“Malam itu aku ado duo wartawan yang meliput jadi aku panggil. Kalu dak salah namonyo Eko dan Boger. Aku omongke samo dio. Nah ye kamu jangan beritake yang bagus bae. Beritake jugo peti mayat ayuk aku yang tetungkam tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi takjiah 7 hari dirumah duka pada 27/05/20 lalu.

Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid – 19 Kabupaten PALI, Junaidi Anwar saat dikonfirmasi memalui pesan Whatsapp membenarkan tragedi terjatuhnya peti jenazah saat pemakaman standar Covid 19 almarhumah (Sukowati). Dia menyampaikan duka yang sangat mendalam dan memohon maaf kepada pihak keluarga atas kejadian itu.

BACA JUGA :  Permudah Masyarakat, Aplikasi SP4N-LAPOR! Rambah Layanan Pesan Instan

“Pertama – tama kami mohon maaf yang sebesar – besarnya kepada keluarga almarhumah atas kelalaian tsb, Kejadian tersebut sama sekali tidak ada faktor kesengajaan yg di lakukan oleh Tim, namun dikarenakan mungkin faktor kecape’an dimana kotak jenazah di pikul cukup jauh dari lokasi.

“Terhadap petugas sebelum berangkat sudah kami brifing dan di simulasikan. Namun insiden tersebut terjadi dan semua itu bukan faktor sengaja maka sekali lagi saya atas nama gugus tugas mohon maaf yang sebesar – besarnya,” terang Junaidi.

Sementara itu Direktur RSUD Talang Ubi, dr.Hj. Tri Ftrianti saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, enggan berkomentar. Ia menyarankan agar menghubungi juru bicara gugus tugas Covid – 19 Kabupaten PALI. Pihak RSUD hanya sebatas pelaksanaan penanganan jenazah standar Covid – 19.

“Kalo untuk pelaksanaan di RSUD kami sudah standar covid dengan membungkus plastik dan di masukan ke peti kak. Bahkan disholatkan standar covid dan didesinfektan ulang. Ke jubir be kak. Cubo dulu kak. Kapasitas menjawab kalo level kabupaten bukan saya. Kalo sebatas RSUD baru saya kak,” terangnya.

Begitu juga dengan juru bicara Gugus Tugas penanganan Covid – 19 Kabupaten PALI, dr. Zamir Alvi, SH.MHKes mengatakan, bahwa yang menjawab tekhnis pelaksanaan pemakaman standar Covid – 19 adalah ketua gugus tugas.

“Mengenai teknis pemakaman tadi malam sebaiknya tanya langsung ke Ketua Gugus Tugas pak Junaidi. Maka nya tanya ke pak Junaidi ya, beliau lebih berhak menjawab,” tegas Zamir. (syam/red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Polri Buka Peluang Panggil Ridwan Kamil Terkait Kerumunan Acara Rizieq di Bogor

Daerah

1.400 Guru Olahraga se Jabar Ikuti Junior NBA Coaches Academy 2020 di Bandung

Daerah

Personel Polres Indramayu Turun Kejalan Berikan Edukasi 3M Prokes Kepada Masyarakat

Daerah

Cegah Covid 19, Polres Cirebon Edukasi dan Sosialisasi 3M Kepada Warga

Daerah

LP Kelas IIA Karawang Jalin Kerjasama Dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat

Daerah

Silaturahmi Kapolda Jatim Dengan Komandan Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh

Daerah

Polres Cimahi Tak Kenal Lelah Laksanakan Ops Yustisi Cegah Covid 19

Daerah

Jaga Stamina di Tengah Kesibukan, Kapolres Banjar Bersama Pejabat Utama Gowes Bareng