Pariwisata dan Solusi Pemulihan Ekonomi | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / Budaya / Daerah / Wisata

Rabu, 10 Maret 2021 - 15:12 WIB

Pariwisata dan Solusi Pemulihan Ekonomi

MATAKITA.ID | Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Acep Yulimulya berpendapat, sektor pariwisata bisa menjadi salah satu andalan untuk pemulihan dan pendongkrak perekonomian masyarakat di masa pandemi.

Menurutnya, pembukaan destinasi wisata bisa menjadi bagian dari solusi untuk pemulihan ekonomi. Dengan kata lain, dengan dioperasikannya kawasan wisata, bukan berarti bagian dari masalah di masa pandemi ini.

“Sebenarnya, dengan dibukanya kembali kawasan wisata, itu bisa menjadi bagian dari pemulihan ekonomi sesuai yang diamanatkan Kepres nomor 82 tahun 2020 tentang percepatan pemulihan ekonomi,” kata Acep, Rabu (10/3/2021).

Namun pembukaan pariwisata di tengah pandemi ini harus tetap mengacu pada protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Dalam hal ini, lebih kepada pengelola pariwisata pun didorong untuk mendapat sertifikat CHSE sebagai jaminan kepada wisatawan.

Acep menjelaskan, saat ini di wilayahnya tercatat ada 62 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya merupakan lokasi wisata alam dan buatan. Selebihnya, itu wisata religi, edukasi dan kuliner. Di masa pandemi ini, kata dia, hanya 50 persennya saja yang beroperasi.

Ia juga menyadari, mewabahnya Covid-19 ini memaksa para pengelola wisata untu menghentikan sementara operasionalnya. Dengan kondisi ini, pihaknya merasakan betul bagaimana perekonomian masyarakat menjadi lesu.

Acep menambahkan, sejauh ini jajarannya terus berjibaku untuk membangun kekuatan di sektor pariwisata. Salah satu upayanya, yakni dengan mendorong masyarakat supaya lebih peka menggali potensi ekonomi di sektor wisata yang ada di wilayah mereka.

“Sejauh ini, potensi ekonomi dari pengembangan wisata cukup menjanjikan. Nah, potensi-potensi ini harus dikelola dengan maksimal, baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat sekitar. Tugas kami sendiri, tak lain dengan mendorong supaya lebih berkembang,” kata dia.

Menurut dia, jika sektor wisata ini bisa dikelola secara maksimal, dipastikan akan berimplikasi terhadap perekonomian warga di desa itu sendiri. Untuk itu, sambung dia, pihaknya akan terus berupaya membantu mendorong supaya masyarakat bisa mengembangkan seluruh potensi agro bisnis di sektor wisata itu.

Adapun upaya yang selama ini telah dilakukannya, kata dia, salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan langsung ke masyarakat. Dalam sosialisasi ini, masyarakat didorong untuk lebih kreatif. Misalnya, dalam hal pengembangan ekonomi kreatifnya.

Karena, pihaknya meyakini dengan memaksimalkan peran serta pemerintahan desa dan masyarakat dipastikan akan berdampak pada peningkatan roda perekonomian masyarakatnya. Sehingga, secara otomatis perputaran uang di desa tersebut juga akan semakin masif. “Dari wisata, itu akan melahirkan ekonomi kreatif di masyarakat. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat pun dipastikan meningkat,” demikian Acep. ( Wan,St )

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Personel Polres Majalengka Berikan Himbauan Kepada Pengunjung Obyek Wisata Panyaweuyan

Ekbis

167 Event Wisata Jadi Andalan untuk Perkuat Ekonomi Pariwisata

Daerah

Sanksi sosial diterapkan di Purwakarta

Daerah

Polres Cimahi Gencar Sosialisasikan 3M dan Bagikan Masker Kepada Masyarakat

Daerah

Lukai Hati Buruh, DPW PPMI Sumsel Desak Jokowi Keluarkan Perpu Pembatalan UU Cipta Kerja

Daerah

Polres Bogor Gelar Ops Yustisi Tekan Penyebaran Covid 19

Daerah

Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Sosialisasi Prokes, Polresta Sukabumi Patroli Rutin

Daerah

Polres Indramayu Aktif Sosialisasi Prokes dan Himbau Warga Lakukan 3M
%d blogger menyukai ini: