Home / Advertorial

Jumat, 13 November 2020 - 14:29 WIB

Pemkab Purwakarta Upayakan Pemulihan Ekonomi Masyarakat, Dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna

MATAKITA.ID | Teknologi tepat guna adalah sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich “Fritz” Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautiful.

Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan terkait erat dengan kondisi lokal.

Langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi melakukan kegiatan Program Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada masyarakat dalam mengkoordinasikan kesiapan masyarakat dalam menerima produk
teknologi.

Masyarakat selaku penerima produk teknologi berperan serta dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan keberlanjutan. Produk teknologi yang diterapkan kepada masyarakat, selanjutnya dihibahkan kepada masyarakat

BACA JUGA :  Ditunjuk Sandiaga Uno dan Sejumlah Tokoh Nasional Sebagai Koordinator Nasional Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid 19, Akbar Alfaro: Fokus Lawan Corona dan Selamatkan Rakyat, Yang Lain Kagek Dulu

Pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan Teknologi Tepat Guna (TTG) dinilai bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terlebih disaat pandemi seperti ini. Selain itu, TTG juga bisa meningkatkan kapasitas dan nilai tambah secara ekonomis.

Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Terapan Teknologi Tepat Guna di Aula BLK Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta di Jalan Veteran, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak awal 2020 ini, salah satunya sangat berdampak pada dunia kerja dan perburuhan. Tak bias dipungkiri, ribuan karyawan di Kabupaten Purwakarta pun menjadi korban pemutusan hubungan kerja diantaranya ada juga yang terkena PHK sepihak.

“Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui terapan teknologi tepat guna kepada masyarakat Purwakarta yang dilakukan Disnakertrans ini adalah konsepnya pelatihan dalam upaya peningkatan potensi SDM, khususnya bagi para korban PHK karena dampak pandemi.Kami harap outputnya dapat melahirkan para wirausahawan baru yang dapat membantu pada proses memulihkan perekonomian masyarakat,” ujar Ambu Anne.

BACA JUGA :  Implementasi RPJMD Dalam Pembangunan Purwakarta

Menurutnya, ada sejumlah pelatihan yang dilakukan oleh dinas terkait, diantaranya pelatihan
menjahit, pelatihan sablon atau digital printing. Peserta diberikan alat dan selama 3 hari kedepan para peserta akan mengikuti pelatihan tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Disnakertrans Purwakarta dan juga serikat pekerja yang sampai hari ini terus memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta, sehingga langkah-langkah kami bisa tetap sesuai yang diharapkan dalam menangani dampak dari pandemi covid-19, khususnya pada sektor ekonomi,” tutur Ambu Anne.

Kata Beliau, meski sedang dirumahkan atau telah di PHK, Ambu Anne berharap para peserta
pelatihan ini, nantinya mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kembali perekonomian mereka, dengan merintis sebagai wirausaha.

BACA JUGA :  KCIC Lakukan Investigasi dan Mitigasi pada Wilayah Terdampak Proyek di Kecamatan Plered

Sementara, Kadisnakertrans Purwakarta Bapak Titov Firman melalui Kabid Penempatan
Tenaga Kerja, Ibu Tuti Gantini mengatakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui terapan tepat guna ini memberikan pelatihan kepada karyawan yang terkena PHK karena dampak pandemi. Berupa pelatihan menjahit dan sablon.

“Sementara ini, dari 1.091 orang karyawan korban PHK yang tercatat pada dinas kami. Baru sekitar 560 orang yang kita ikut sertakan dalam pelatihan ini pada beberapa tahap dan lokasi,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Ibu Tuti Gantini.

Masih Menurutnya, Disnakertrans tetap konsen pada pengangguran dan tenaga kerja terdampak pandemi dan menjadi korban PHK dengan harapan, meski terkena PHK namun tetap punya keahlian dan bisa punya usaha sendiri. (ADV)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Advertorial

Keramik Plered Rambah Pasar Mancanegara

Advertorial

Inseminasi Buatan Tingkatkan Populasi Sapi di Purwakarta

Advertorial

Menikmati Sore di Taman Maya Datar Purwakarta

Advertorial

Dispusipda Luncurkan Program “Simping” & “Getuk Lindri”

Advertorial

Menuju Purwakarta Bebas Sampah

Advertorial

Pemkab Purwakarta Gelar Mitembeyan Tanam “Pohon Lame” Dalam Peringati Hari Tanam Pohon Sedunia

Advertorial

Implementasi RPJMD Dalam Pembangunan Purwakarta

Advertorial

Wilayah Pedesaan di Purwakarta Didorong ‘Melek’ Internet