Home / Ekbis

Jumat, 22 November 2019 - 20:52 WIB

Pengamat : Kombinasi Unik Antara Ahok dan BGS

JAKARTA | Matakita.id  – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir telah memastikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). didampingi Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Wakil Komisaris Utama.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menyebut terpilihnya Ahok dan BGS menjadi kombinasi yang unik.

“Jadi kombinasi yang unik, Pak Ahok punya pengalaman di birokrasi, dan pak Budi di korporasi. Mereka saling melengkapi,” katanya, Jumat (22/11/2019).

Dengan banyaknya program penugasan pemerintah yang diserahkan ke Pertamina, diharapkan koordinasi semakin kuat.

Menurut Komaidi hadirnya Ahok dan BGS di tubuh Pertamina akan membuat hubungan timbali balik semakin cepat dengan Pemerintah.

“Saya kira malah jadi positif, bisa jadi jembatan internal ke Kementerian BUMN,” tambahnya.

Baca Juga :  Sah! Ahok Jadi Komut Pertamina

Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan sosok Ahok menjadi menarik karena alumni Teknik Geologi Universitas Trisakti ini merupakan sosok yang bekerja karena terpanggil.

“Ahok adalah man of calling. Orang-orang seperti ini memang langka. Kalau bisa ke politik dia nyebur ke sana, itu dia sudah jalani dan kita tahu jalan hidupnya,” tutur Rhenald.

Menurut Rhenald berdasarkan latar sepak terjang sebelumnya, Ahok memberikan kinerja yang jelas. Terlepas dari catatan positif tersebut, di sektor bisnis Mantan Gubernur DKI Jakarta ini perlu berhitung dengan merangkul banyak teman.

“Karena dia tak bekerja sendirian, melain dengan eksekutif profesional.  Dia harus bangun nilai-nilai dan bekerja dengan strategi,” ungkap Rhenald.

Baca Juga :  Ceceng Abdul Qodir Isi Reses Dengan Ngaji Wirausaha

Saat ini Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2019.

Pertamina sebagai BUMN penyedia energi nasional berada di peringkat 175, lompat 78 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya di peringkat 253.

Tahun lalu Pertamina membukukan pendapatan US$57,933 miliar atau meningkat hingga 34,9 persen dibandingkan dengan 2017. Untuk laba bersih, Pertamina berhasil meraup US$2,526 miliar dengan aset mencapai US$64,7 miliar dan 31.569 karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan setelah menjadi Komisaris Utama Pertamina ada hal yang harus Ahok lakukan, yakni mengubah gaya komunikasi publiknya.

Baca Juga :  Pemda Provinsi Jabar Bahas Proyek Investasi di Indramayu

Keinginan untuk menghadirkan birokrasi yang transparan dan cepat bekerja tidak harus ditunjukkan dengan gaya komunikasi yang keras.

“Satu hal yang harus diubah adalah gaya komunikasi publiknya. Jangan sampai ada sentiment dislike di situ,” ujarnya.

Sebagai Komisaris Utama, Mamit memperkirakan Ahok tidak akan melakukan overlapping, karena hal teknis akan lebih banyak dikerjakan oleh direksi. Menjadi komisaris, lanjut alumni Universitas Trisakti ini, adalah menjadi pengawas.

“Posisi Komut akan menjembatani harapan pemerintah ke Pertamina. Overlapping sepertinya tidak, karena direksi yang akan lebih berperan. Dia pengawas saja, tapi dia bisa langsung melapor ke Menteri atau bahkan Presiden,” ujar Mamit. ***

 

Sumber : bisnis.com

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekbis

TPAKD Award 2019: Jabar Raih Penghargaan Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah

Ekbis

Erick Thohir Pastikan Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina

Daerah

UMK Jabar 2020 Beri Ruang Keadilan bagi Pekerja dan Perusahaan

Ekbis

Sah! Ahok Jadi Komut Pertamina

Budaya

Bupati Purwakarta Resmikan Galeri Menong 2 dan Batik Khas Purwakarta

Budaya

Hari Bambu Nasional, Wagub Jabar : Bambu Punya Nilai Ekonomi & Budaya

Ekbis

Ridwan Kamil Tawarkan Produk Unggulan Jabar kepada Presiden Souss Massa Region

Daerah

Terkait Penyebaran Virus Corona, BNI Berikan Proteksi Diri Kepada Masyarakat