Home / Advertorial / Daerah

Jumat, 21 Februari 2020 - 23:51 WIB

Purwakarta Sejuta Tumbler, Langkah Ambu Anne Tekan Jumlah Sampah Plastik

MATAKITA.ID | PURWAKARTA – Sampah plastik sedang menjadi momok menakutkan bagi warga masyarakat, khususnya warga Purwakarta. Hal ini dibuktikan dengan fenomena di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cikolotok, Purwakarta. Sampah di tempat tersebut didominasi oleh sampah jenis plastik.

Menyikapi fenomena ini, Kabupaten Purwakarta meluncurkan Gerakan Purwakarta Sejuta Tumbler atau botol air minum. Gerakan ini diinisiasi oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika bertepatan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Peringatan tersebut jatuh pada hari ini, Jum’at (21/02/2020) berpusat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta. Tepatnya, di Jalan Purnawarman Timur, Kelurahan Sindang Kasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga :  Polri Keluarkan TR Tanggapi Video Viral Keluarga Ambil Paksa PDP dan Jenazah Jatuh dari Peti

Menurut Ambu Anne, sebagai stakeholder pemerintahan, dirinya mengaku gemas melihat perilaku membuang sampah sembarangan. Selain tidak islami, kebiasaan tersebut sangat jelas merusak lingkungan sekitar. Pasalnya, sampah jenis plastik termasuk jenis sampah yang sulit diurai oleh mikro organisme dalam tanah.

“Agama mengajarkan kebersihan, kemudian alam pun kan demikian, turut meminta kita secara tersirat untuk menjaga kebersihan. Kita sebagai pelaku kehidupan, kenapa sih masih membuang sampah sembarangan? Apalagi ini ya sampah plastik, kan sulit terurai,” kata Ambu.

Karena itu, masih menurut Ambu, pihaknya kini meluncurkan Gerakan Sejuta Tumbler. Gerakan ini bertujuan, sampah plastik terutama yang berasal dari botol air minum dapat diminimalisir.

Baca Juga :  Kapolres Purwakarta: Pembentukan "Kampung Tangguh" Bertujuan Menjaga Ketahanan Pangan Masyarakat

“Berapa kali dalam sehari kita membeli minuman yang wadahnya terbuat dari plastik? Saya melihat, untuk pegawai saja itu rata – rata lebih dari dua kali. Silakan hitung sampahnya berapa yang terkumpul, banyak pasti ya. Makanya, pegawai wajib bawa botol minum. Kantor wajib menyediakan galon,” ujarnya.

Dia menargetkan seluruh pegawai di Purwakarta mengikuti imbauannya. Menurut dia, ada sanksi moril dan administratif bagi siapapun yang tidak mengindahkan imbauan tersebut.

Baca Juga :  Ditolak Rujuk Nekat Gantung Diri

“Ada lah nanti ya soal sanksi mah, saya siapkan,” katanya.

Advokasi Dinas Lingkungan Hidup

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Deden Guntari mengaku siap mengadvokasi program tersebut. Secara teknis, pihaknya melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan dan efektivitas imbauan ini bekerja sama dengan BKPSDM.

“Imbauan ini nanti kita kerjakan dengan melalui advokasi dari kami dan badan kepegawaian. Tentu kita dukung penuh demi pemeliharaan lingkungan di Purwakarta. Apalagi, ini musim hujan ya, kita harus waspada menjaga lingkungan,” katanya.***

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Purwakarta Raih Penghargaan Regional Leader Enterpreneur Awards 2019

Daerah

Kabar Gembira! Kasat Lantas Polres Purwakarta: Program Triple Untung Resmi Diperpanjang

Daerah

Jelang New Normal dan cegah Pandemi Covid-19, Ditsamapta terjunkan Patroli Nong Jawara

Daerah

Kapolda Jatim Silaturahmi Dengan Walikota Surabaya

Daerah

Kuatkan Sinergitas Bantu Warga Isolasi Mandiri, TNI-Polri Apresiasi Kampung Tangguh Semampir Krian

Daerah

71 Persen Wisudawan Universitas Jember Periode II Lulus Tepat Waktu

Daerah

Iwapa Pasar Jumat Masih Harus Menunggu Instruksi Sekda

Daerah

Danrem 081/DSJ Tinjau Berbagai Posko Covid 19 di Blitar