Wartawan Kota Batu Jadi Korban Ancaman Pembunuhan, Polres Batu Segera Dalami Kasus | MATAKITA.ID google-site-verification=iDZD_sCXRN3R-DqV5CJ4GT0iMTQps4yfhRlW83dgnsI

Home / PERISTIWA

Kamis, 22 Juli 2021 - 09:57 WIB

Wartawan Kota Batu Jadi Korban Ancaman Pembunuhan, Polres Batu Segera Dalami Kasus

Kota Batu | Matakita.id – Dalam masa pandemi Covid-19, terlebih pada Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tentunya penyelenggaraan resepsi pesta pernikahan dilarang.

Pelarangan tersebut, bertujuan guna untuk menghidari kerumunan yang bisa mengakibatkan penyebaran wabah Covid-19.

Seperti penghentian resepsi pesta pernikahan yang di selenggarakan oleh salah satu warga RT 06, RW 06, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu oleh Satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur TNI-Polri di wilayah hukum setempat.

Namun, penghentian resepsi pernikahan itu juga menimbulkan permasalahan baru, pasalnya pihak penyelenggara pesta pernikahan tersebut menuduh salah satu warga Desa Tlekung sendiri, yang kebetulan berprofesi sebagai jurnalis yang telah dituduh melaporkan kegiatan yang dilarang pemerintah tersebut.

Tuduhan yang dialamatkan kepada jurnalis itu rupanya tidak main-main, karena pihak penyelenggara hingga beberapa warga setempat sampai mengancam akan membunuh wartawan, pada Senin (19/7/2021) pukul 00.00 hingga pukul 03.00 dini hari.

Berangkat dari permasalahan itu, atas dukungan dari rekan-rekan media se-Malang Raya, tiga orang jurnalis yang kebetulan tinggal di desa tersebut melaporkan perihal pengancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh pihak yang punya hajat berinisial S, dan beberapa warga setempat.

BACA JUGA :  Perangi Korupsi, Polres Tegal Kota Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi ( WBK ) Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani ( WBBM )

ES (jurnalis) bersama NRK (jurnalis) dan DH (jurnalis) yang tinggal di desa tersebut, melaporkan perbuatan ancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh tuan rumah selaku pihak penyelenggara dan beberapa warga setempat itu ke Polres Batu.

“Atas dukungan rekan-rekan media Malang Raya, kami sengaja melaporkan kepada aparat penegak hukum (APH) Polres Batu, atas ancaman pembunuhan yang menimpa kami sekeluarga. Akibat kejadian itu, kondisi psikis dan psikologi anak-anak kami ketakutan.

Ini persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bagi publik. Pasalnya, profesi jurnalis memang rentan mendapat ancaman seperti pembunuhan yang kami alami salah satunya,” tutur ES, pada Rabu (21/7/2021).

Ditambahkan NRK, bentuk pengancaman itu selain pembunuhan juga merendahkan profesi jurnalis, dan menjelek-jelekan seorang jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistiknya.

“Ya, jadi bentuk pengancaman itu ada bermacam-macam. Mulai ancaman pembunuhan, merendahkan profesi wartawan, juga ada kata-kata kotor makian dan umpatan yang tidak senonoh.

BACA JUGA :  Perwakilan Alumni SMPN 19 Palembang Dan Warga Sekitar Sumbang Pembagunan Masjid

Nyawa kami merasa terancam, kami butuh jaminan dan perlindungan hukum, terlebih kondisi kejiwaan anak-anak kami menjadi ketakutan dan trauma, pasca insiden tersebut,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan DH, sebelum kejadian bentuk ancaman verbal yang dilontarkan itu, sebelumnya beberapa warga setempat terlebih dahulu mengkonsumsi miras (minuman keras).

“Sebelum melontarkan kata-kata ancaman akan membunuh wartawan, mereka terlebih dahulu minum-minuman keras. Selain itu, pihak penyelenggara atau tuan rumah juga meluapkan emosinya dengan umpatan makian, disertai kata-kata merendahkan profesi jurnalis.

Ironisnya, Kades setempat terkesan membiarkan. Belakangan informasi yang kami terima, ternyata ada hubungan family atau keluarga dengan Kades. Kami berharap, agar pihak Kepolisian Polres Batu segera menindak tegas, agar kejadian serupa tidak terulang lagi yang menimpa jurnalis. Jurnalis bukan musuh, tapi rekan kerja,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum pelapor ketiga jurnalis tersebut, Sandi Budiono, SH juga menyampaikan sekaligus berterima kasih kepada Satreskrim Polres Batu, karena telah menerima laporan dari kliennya dan mrninfaklanjuti.

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Dampingi Menkopolhukam Silaturahmi Dengan Kyai dan Ulama se-Madura

“Klien kami yang berprofesi wartawan ini dituduh melaporkan soal hajatan pernikahan itu, kami selaku lawyer atau pengacara dari LBH Malang berharap, kasus ini segera ditindak lanjuti. Karena sudah melontarkan kata-kata ancaman pembunuhan.

Kami berharap, agar permasalahan ini secepatnya ditangani dengan baik dan profesional. Sekaligus meminta jaminan keselamatan keluarga klien kami. Selain itu, kami juga berterimakasih kepada pihak Polres Batu yang telah membantu dan menerima laporan klien kami,” pungkasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, SH., SIK., MH, saat diwawancarai awak media membenarkan, jika ada pelaporan dari ketiga rekan media tersebut yang mengaku diancam.

“Ya, kami barusan menerima laporan soal adanya dugaan ancaman oleh rekan media yang melaporkan kepada kami. Kami pihak Polres Batu, akan segera menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan pendalaman dan cek ke TKP, kepada pihak terkait,” tegasnya. (Jab)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

PERISTIWA

Inilah Sepenggal Cerita Capt Ajik Dan Capt Pangat Personel SAR Ditpolairud Polda Jateng, Dalam Mencari Korban Tenggelam Di Waduk Kedung Ombo

PERISTIWA

POS TNI di Kabupaten Puncak Jaya Berikan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat di Pedalaman Papua

Hukum & Kriminal

Bayi Tak Bernyawa Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik di Dapur Warga Krasak Brebes

PERISTIWA

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti Amankan 7 Kantong Plastik Berisikan Ganja

PERISTIWA

HUT Tentara ALRI KE 72, SAFRIZAL Pimpin Ziarah Di Makam Brigjend Hassan Basri

PERISTIWA

Turut Berduka Cita Kepada Ibunda Kapolda Sultra,Irjen Pol Drs.Yan Sultra Indrajaya,SH*

PERISTIWA

Kebakaran Menghanguskan Bangunan Sekolah MTs

PERISTIWA

Pimred WN88: Gegara Banyak Oknum Pakai Nama Cyber88, Maka Nama dan Logo Dirubah Jadi Siber 88
%d blogger menyukai ini: